Make your own free website on Tripod.com
Yayasan RausyanFikr Jogyakarta
Buletin Jejak, No. 16/th.IV/Juni/01

 

MAKNA DOA MENURUT MAHASISWA

Pengabaian doa & tata caranya adalah pertanda kehancuran suatu
bangsa. Masyarakat yang mengabaikan ibadah (baca:doa kepada Allah)
adalah masyarakat yang berada diambang kemunduran & kehancuran
yang vital. Roma adalah bangsa yang agung. Namun secepat mereka
meninggalkan ibadah berdoa, secepat itu pula kehinaan dan kelemahan
menimpa mereka.
(Alexis Carrel)

Melalui data statistik dan penelitian terbaru ditemukan bahwa para kriminal pada umumnya, adalah orang yang sama sekali tidak pernah atau teramat jarang berdoa. Sebaliknya, orang yang sering berdoa terhindar dari tindak kriminal, walaupun status sosial dan finansial mendorong mereka untuk melakukannya.
Lafaz doa memang sudah tidak asing lagi di telinga kita, tapi pernahkah kita berfikir sedalam apakah sebenarnya arti dan makna serta urgensi doa itu sendiri. Maka kami mencoba untuk melakukan suatu 'urun rembug' bersama para mahasiswa tentang makna dan urgensi doa.
Doa merupakan komunikasi antara manusia dan Tuhan sekaligus pengharapan. Yang mana kategori dari komunikasi di sini adalah ketika kita mengungkapkan isi hati kita, bercerita. tentang diri kita, mengadukan semua keluh kesah kita kepada Tuhan yang menurut salah seorang rekan mahasiswa kita adalah entitas yang maha berkuasa & dapat dipercaya sehingga rahasia hidup kita terpercaya ditanganNya.


 

DOA DAPAT MENGUBAH TAKDIR MANUSIA?
Ada beberapa teman mahasiswa kita yang mengungkapkan bahwa doa adalah pengharapan serta ibadah (sholat misalnya) seorang hamba kepada Tuhannya sebagai wujud penghambaan dan keterbatasan manusia. Manusia dengan segala kelebihan-nya dibandingkan makhluk yang lain ternyata disatu sisi mempunyai kele-mahan, yaitu ketika ada wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh manusia hanya menjalani. Takdir misalnya. Manusia tidak bisa memilih menjadi laki-laki atau wanita, lahir dimana dan dalam keluarga yang seperti apa atau kematian akan datang.
Sehingga doa menjadi sugesti sebagai upaya mencapai tujuan pengharapan agar terhindar dari takdir buruk manusia karena kita merupakan orang yang beragama, ungkap seorang Mahasiswa.
Berlainan dengan rekan mahasiswa di atas, ada mahasiswa lain yang menyatakan bahwa secara
terminologi do'a merupakan sebuah permintaan, dimana tidak ada keharusan untuk melakukan hal tersebut, mahasiswa tersebut memberi alasan bahwa doa hanya sebuah pilihan dalam arti secara lahiriah. Karena menurut dia dalam ikhtiar itu sebenarnya sudah melekat dan inheren doa itu sendiri., dan fungsi doa menurut dia hanyalah memuluskan jalannya untuk mencapai tujuan yang dia inginkan dan Tuhan telah memberi kebebasan kepada manusia untuk selalu berikhtiar dan kesungguhannya yang sebenarnya menentukan keberhasilan-nya, dia menambahkan bahwa pemikiran ini muncul berdasar firman Allah : "bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu yang merubahnya sendiri ". Tentang maknanya sendiri yaitu bahwa doa merupakan kekuatan yang menentramkan yang memberi spirit harapan. Ada yang mengungkapkan ketika berdoa dengan menangis akan lebih memuaskan karena lebih dapat merasakan tentang makna doa dan penghambaan. Yang di dalam tangisan itu sendiri sangat erat kaitannya dengan kondisi ruhaniah kita yang karena kesibukan, malas, dan bacaan kurang maupun kebanyakan guyonan dapat berkurang kondisinya.
Apapun makna doa bagi kita manusia, tidak bisa terlepas dari ritual doa baik dengan ibadah maupun lantunan-lantunan harapan yang dimo-honkan pada Tuhan yang memberikan spirit tertentu bagi tiap pemunajatnya. Bagaimana dengan anda ??


 

Ya Allah
Aku mohon ampun kepada-Mu
Dihadapanku ada orang yang dizalimi
Aku tidak menolongnya
Kepadaku ada orang berbuat baik
Aku tidak berterimakasih kepadanya
Orang bersalah meminta maaf kepadaku
Aku tidak memaafkannya
Orang susah memohon bantuan kepadaku
Aku tidak menghiraukannya
Ada hak orang mukmin dalam diriku
Aku tidak memenuhinya
Tampak didepanku 'aib mukmin
Aku tidak menyembunyikannya
Dihadapkan kepadaku dosa
Aku tidak menghindarinya


Ilahi
Aku mohon ampun
Dari semua kejelekan itu
Dan yang sejenis dengan itu
Aku sungguh menyesal
Biarlah itu menjadi peringatan
Agar aku tidak berbuat yang sama sesudahnya
Sampaikan salawat kepada Muhammad
Dan keluarganya
Penyesalan atas segala kemaksiatan
Tekadku untuk meninggalkan kedurhakaan
Jadikan itu semua taubat yang menarik kecintaan-Mu
Wahai Dzat yang mencintai
Orang-orang yang bertaubat!

Rintihan Al Imam As-Sajjad
Dalam Shahifah Sajjadiyyah



 

Mari Merintih Pada-Nya !
Arif Syirazi

Wahai yang Mahacepat ridha-Nya
Ampunilah orang yang tidak memiliki apapun kecuali doa
Sungguh, Engkau berbuat sekehendak-Mu
Wahai yang asma-Nya adalah penawar
Yang mengingatnya adalah penyembuh, Yang menaatinya adalah kekayaan
Ampunilah orang yang modalnya hanyalah harapan dan
senjatanya hanyalah tangisan.

(Sepenggal dari Doa Kumail yang sering dibaca setiap hari Jum'at)

Sahabatku, mari bersama kita merenungi lakon apa yang sering kita perankan dalam dunia yang sepenuhnya menjadi milik-Nya. Disaat kita terpekur pada suatu tengah malam dan merenungi kelemahan tubuh kita yang amat terbatas ini yang ketika terkena sesuatu akan merasa sedih dan kalut. Mari kita renungi bahwa pada hakikatnya tidak ada satupun yang kita punyai bukan merupakan pemberian dari-Nya. Kecerdasan, kehebatan, kemewahan, kecantikan, ketangkasan bahkan kharisma yang kita peroleh, hanyalah 'second hand' yang malangnya sering kita pertahankan secara membabi-buta dengan semacam hak azasi kita yang banyak bermain pada otak-otak materialis.
Mari kita renungi, bahwa disaat kita telah memprivatisasi kelebihan-kelebihan tersebut, maka kita sering menjadi congkak. Kita sering terbawa pada 'badai serotin' kekuasaan dan keangkuhan. Kita sering merasa mempunyai hak untuk mengorbankan dan mengenyampingkan nyawa orang lain. Kita menjadi trouble maker yang menawarkan aksi-aksi chaos. Kita sering merasa sebagai tuhan-tuhan baru pada dataran bumi ini.
Mari kita renungi saat kita telah menjadi penggusur hutan dibalik topeng HPH, kita telah menjadi penyiksa buruh dengan alasan hasil produksi yang menurun karena aksi-aksi buruh, kita telah menjadi pelaku-pelaku korupsi dengan apologi bahwa yang kita lakukan hanyalah kecil-kecilan, kita menjadi penjarah-penjarah rumah orang lain dengan alasan perut kosong, kita menjadi wakil rakyat yang malah menyengsarakan rakyat, kita menjadi pencuri-pencuri kredit card orang lain dengan alasan pembenar hanya iseng, kita telah menjadi,… serigala-serigala berbulu domba. Kita menjadi kelas-kelas penindas hanya dengan alasan karena telah lama tertindas.
Sesaat, kita merasa kuat dan perkasa. Akan tetapi hanya dengan sebuah 'interupsi' kecil-kecilan berupa gempa, kita menjadi panik, dan mencari perlindungan pada sesuatu yang lebih dari diri kita. Inilah pembuktian ketidakberdayaan kita. Ada suatu Kefitrahan dan kerinduan kita untuk kembali kepada sang Maha. Kekeraskepalaan dan kesombongan tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada kerinduan dan kefitrahan anda untuk bangkit. Hanya ditengah kepanikan tersebut membuat kita terpaling bahwa tidak mungkinnya kita berpaling dari-Nya. Pada saat ilmu pengetahuan dan kesombongan tidak bisa berbuat apa-apa. Pada saat seluruh kekuasaan dan kemampuannya tidak bisa melakukan apapun untuk kita. Ketika itulah kita kembali pada fitrah kita. kefitrahan tersebut bangun dan tersadar. Lalu melihat kepada sesuatu yang dapat menolong kita, Yaitu Allah SWT. Mungkin tanpa sadar, mata kita akan basah, kerongkongan kita kering dan lidah kita bergetar menyebut Ya, Allah ! Ya Allah !".
Maka mari, kita jumpai Dia dengan Doa. Doa adalah percakapan kita dengan sang khalik. Doa adalah 'persetubuhan' anda dengan-Nya. Pada percakapan itu sampaikan seluruh gelisah kita, gundah-gulana kita, kekeraskepalaan kita, ketidakpedulian kita, dan seluruh yang menjadi penyekat-penyekat kalbu kita untuk mendekatinya. Mari kita merintih kepada-Nya. Sampaikan dengan perasaan menyesal, rendah diri, dan berserulah :


"Ya Allah Ampunilah bagiku disaat ini
Semua nista yang aku kerjakan. Semua dosa yang pernah aku lakukan.
Semua kejelekan yang pernah aku rahasiakan.
Semua kebodohan yang aku amalkan. Yang aku tutupi atau kutampakkan
Ya Allah ampuni semua keburukan yang telah Engkau suruhkan malaikat mulia untuk mencatatnya.
Hanya pada-Mu, ya Rabbi, aku hadapkan wajahku.
Hanya pada-Mu, ya Rabbi, aku ulurkan tanganku.
Demi kebesaran-Mu, perkenankan doaku.
Sampaikan daku pada cita-citaku. Jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu"
.