Make your own free website on Tripod.com
Yayasan RausyanFikr Jogyakarta
Buletin Jejak, No. 15/th.IV/November/01

 

BIOTERORISME

Salam cinta pembaca yang budiman !
Ancaman bahaya anthrax telah menyebabkan kepanikan dan kecemasan di seluruh dunia, khususnya di Amerika serikat. Heboh tentang anthrax mulai berkembang luas mulai hari selasa 16 oktober 2001 sejak ditemukannya bakteri ini dalam sepucuk surat yang dialamatkan kepada kantor senator Tom Daschle yang menyebabkan 20 stafnya dinyatakan positif terkontaminasi anthrax. Kejadian ini persis terjadi lima pekan setelah serangan teroris terhadap WTC dan pentagon. Akibat temuan itu, gedung konggres capitol terpaksa di tutup untuk sementara. ( KR, 18/10/01 )

Berita terakhir menyatakan bahwa FBI sedang menyelidiki kesamaan tulisan tangan dan bunyi ancaman yang terdapat dalam dua surat yang dibubuhi bakteri anthrax, yang keduanya dikirimkan kepada stasiun televisi NBC New York dan anggota senat Tom Daschle di Washington DC. Sumber FBI menyebutkan, adanya kesamaan tertentu pada kedua surat tersebut, terutama kesamaan tulisan tangan dan isi pesan yang berisi ancaman yang mengungkapkan sikap anti Amerika dan anti Israel, serta keduanya bercap pos Trenton New Jersey.

Departemen kehakiman AS memberitahukan bahwa surat yang di kirim ke NBC tidak memiliki alamat sedangkan surat anthrax untuk Tom Daschle, di tulis berasal dari “Kelas IV, Greendale School, Franklin Park, New Jersey 08852”. Namun para pejabat mengatakan sekolah bernama Greendale School itu tidak ada.

FBI juga telah menemukan bahwa bakteri yang dibubuhkan pada surat-surat itu merupakan jenis bakteri anthrax yang sangat kuat, murni, dan sangat berbahaya yang tampaknya bakteri ini merupakan hasil rekayasa para ahli.

CNN kemarin meluncurkan berita bahwa korban bertambah lagi, menteri kesehatan AS mengumumkan jumlah mereka yang sudah positif terkontaminasi anthrax bertambah menjadi 31 orang. Mereka adalah para pegawai konggres yang menjalani tes laboratorium segera setelah terungkapnya kasus “surat anthrax” Tom Daschle beberapa hari sebelumnya.

Kasus pertama anthrax di AS, di kantor industri penerbitan tabloid dan koran American Media Incorporated (AMI) di Boca Raton Florida. Seorang redaktor foto yang bekerja disana, meninggal dunia pada tanggal 5 oktober, di duga setelah menghirup bakteri anthrax, yang kemudian ditemukan di keyboard komputernya. Seorang karyawan AMI lainnya, Ernesto blanco (73) juga positif terserang anthrax dan kini masih di rawat di rumah sakit. Dua korban lainnya adalah Erin o’connor (38) asisten presenter terkenal NBC Tom Brokaw serta seorang bayi laki-laki berumur tujuh bulan anak seorang produser acara berita stasiun televisi ABC. Masih ada sembilan lagi warga AS yang terkontaminasi anthrax, namun belum sampai jatuh sakit. Mereka adalah enam warga Florida yang bekerja pada AMI, dua teknisi laboratorium di New York, dan seorang polisi yang juga berasal dari New York. ( Kompas,18/10/01 ).

Pasukan antiterorisme biologi Amerika serikat yang berpakaian pelindung khusus, minggu (21/10) bersiap-siap menyisir kembali gedung-gedung kantor kongres di Washington DC. Langkah ini di ambil setelah ditemukannya surat berisi bakteri anthrax yang dialamatkan kepada sebuah penerbitan surat kabar di New York.

Surat itu dikirim melalui kantor pos yang yang terdapat di sebuah gedung DPR yang biasa memproses pengiriman surat bagi para penghuni gedung capitol dan gedung-gedung sekitarnya

Surat itu diyakini menjadi sumber yang menyebabkan Johanna Huden, asisten redaksi surat kabar New York Post, terinfeksi bakteri anthrax. Menurut pejabat yang berwenang, surat yang di tangani oleh Hudden sama dengan surat anthrax sebelumnya. Hudden mengaku, sebenarnya ia sudah menyadari gejala infeksi di jari tangannya lebih dari sebulan lalu, saat pengiriman bakteri anthrax lewat jasa pos di duga baru mulai terjadi. “hampir lima pekan lalu saya mulai terasa gatal pada benjolan mirip bekas gigitan serangga pada jari tengah tangan kanan saya,” Hudden menulis pengalamannya. Ia menambahkan, benjolan itu dengan cepat menjadi merah dan membengkak sebelum akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan.

Di kantor pos, bakteri anthrax ditemukan di mesin pembundel surat yang memproses surat-surat yang di alamatkan ke gedung “longworth” lokasi kamar-kamar kerja para anggota DPR AS. sementar itu di AMI, ratusan karyawan enggan kembali bekerja di gedung mereka, meski para ahli telah menjamin keamanan gedung dari kontaminasi anthrax. (Kompas,22/10/01)

Belum lagi teror anthrax ini teratasi, WHO memperingatkan pemerintah seluruh dunia untuk mewaspadai kemungkinan teror baru, “cacar” yang bisa membunuh jutaan korbannya.

WHO, sebagaimana dilaporkan The Observer minggu (21/10) telah meminta negara-negara di dunia untuk memastikan ketersediaan vaksin cacar (KR,22/10/01).

Spekulasi tentang wabah anthrax dan cacar ini telah menambah kepanikan seluruh warga AS. bakteri anthrax yang di sebar melalui surat-surat dalam bentuk bubuk putih telah memberikan efek psikilogis yang besar.

Kenyataan ini memperlihatkan betapa kaum teroris dengan begitu gampang menggunakan senjata biologis yang mampu menciptakan efek menakutkan yang luar biasa.

Dalam beberapa hari terakhir, petugas kepolisian dan para ahli senjata biologis terpaksa dikerahkan untuk mengatasi isu-isu anthrax ini. Banyak orang menjadi serba takut untuk membeli bahan makanan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang dikhawatirkan sudah terkontaminasi bakteri anthrax. Mungkin reaksi itu berlebihan , tetapi itulah efek dari sebuah aksi terorisme.

KHATIMAH

Persoalan terorisme memang bukan hal yang mudah untuk diidentifikasi. Apakah kejadian terorisme ini berasal dari reaksi terhadap anti kapitalisme AS yang selama ini menghegemoni seluruh isi peradaban negara-negara dunia ketiga ataukah bahkan terorisme itu sendiri merupakan pekerjaan dan wajah lain dari proyek kapitalisme AS itu sendiri. Mereka (AS) melakukan tekanan-tekanan psikologis di daerah-daerah yang menjadi targetnya agar penetrasi kebijakan-kebijakan kapitalisme mereka menjadi lebih mudah masuk. Tidak sedikit fakta telah membuktikan hal tersebut !!!

Bagaimana pendapat Anda!


 

Siapa yang Menyerang Amerika?*)
KH. Jalaluddin Rakhmat**)


“Setelah Augustine menuturkan cerita tentang seorang bajak laut yang tertangkap oleh Alexander Agung. Kemudian, menurut Setelah Augustine, terjadilah dialog seperti berikut ini: “mengapa kamu berani mengacau lautan?” tanya Alexander. “mengapa kamu berani mengacau seluruh dunia?” jawab si pembajak. “Karena aku melakukannya hanya dengan sebuah perahu kecil aku disebut maling; kalian, karena melakukannya dengan kapal besar, disebut kaisar.”


Dengan dialog di atas, Noam Chomsky menulis buku tentang terorisme internasional dengan judul Pirates and Emperors: International Terrorism in the Real World. Anda teroris, jika Anda membunuh secara cicilan. Anda Negara Adidaya, jika Anda membunuh secara borongan. Para pilot yang “membenturkan” pesawat penumpang ke WTC dan Pentagon dan membunuh mungkin sepuluh ribu manusia yang tak berdosa adalah pembajak yang menyerang “freedom and democracy”. Para pilot pesawat tempur yang menghujani Iraq dan membunuh jutaan rakyat tak bersalah adalah pahlawan yang sedang melakukan tindakan pembalasan. Dunia berduka cita untuk korban yang pertama, seraya mengutuk “pirates”. Dunia bersorak gembira untuk yang kedua, sambil memuji kebijakan “emperors”.

Oleh sebab itu, demi keajegan ilmiah, Chomsky menggunakan istilah terorisme “untuk menunjuk ancaman atau penggunaan kekerasan untuk menindas dan memaksa (biasanya buat tujuan-tujuan politik), entah itu terorisme besar-besaran oleh Sang Kaisar ataupun terorisme pembalasan oleh si pembajak” Dengan definisi ini, kita mengutuk semua bentuk terorisme; baik penyerangan WTC dan Pentagon, maupun perang retaliasi melawan Afghanistan dan atau negara manapun. Kita bergabung dengan Madonna dalam konser yang diselenggarakan untuk menentang segala macam kekerasan. Tetapi kemarahan kita terhadap kaum teroris tidak sepatutnya membuat kita tidak kritis. Dengan pengantar di atas, saya mengajak murid-murid saya di SMU yang saya asuh untuk menjawab pertanyaan: Siapa yang menyerang WTC dan Pentagon itu? Menakjubkan saya bahwa anak-anak kelas satu, yang saya ajak bicara,menolak anggapan bahwa teroris di bawah Osamah bin Laden adalah pelakunya. “Jika kita menerima anggapan itu, kita harus mengakui bahwa para pembajak itu super cerdas atau para petinggi pertahanan Amerika itu super bodoh,” jawab mereka.

Mungkinkah orang-orang Arab yang mengikuti pendidikan pilot dari kursus dan rajin berlatih dengan Microsoft Flight Simulator dapat mengendalikan pesawat Boeing 767? Mungkinkah mereka membajak pesawat hanya dengan senjata pisau kecil saja? Mungkinkah mereka bisa menghindari dan bahkan melumpuhkan semua sistem detektor dan membelokkan pesawat dengan sangat drastis tanpa diketahui sama sekali? Mungkinkah mereka mengarahkan pesawat dengan presisi yang menakjubkan tanpa pengetahuan bukan saja tentang pesawat tetapi juga tentang bentang alam, kondisi cuaca, navigasi, bahkan konstruksi sasaran?

Dari Afghanistan, Ben Laden berteriak, “Saya tidak punya hubungan apa pun dengan penyerangan itu. Saya patuh kepada Amirul Mukminin Omar yang melarang saya untuk ikut serta dalam kegiatan politik.” PernyataanBen Laden ini dibenarkan oleh Direktur Kepolisian Eropa (Europol) Juergen Storbeck, yang mengingatkan Amerika agar tidak terburu-buru menuduh Ben Laden sebagai otak serangan ke New York dan Washington.

Menurut Chomsky, masih dalam buku yang sama, jika Kaisar ingin membalas, ia tidak menunggu cukup bukti. AS pernah menyerang Lybia karena tuduhan yang kemudian tidak terbukti sama sekali.
Saya katakan kepada para pengamat politik muda di kelas saya, “Walaupun tuduhan kepada Osmah itu lemah, kita anggap saja teori pertama. Coba kemukakan teori-teori lainnya.” Mereka berhasil mengumpulkan lima teori lagi.

Teori Kedua: Tentara Merah dari Jepang. Segera setelah hancurnya WTC, tentara merah mengklaim tanggungjawab atas penyerangan itu. Herannya, CNN dan media internasional hampir-hampir tidak menyebut atau memperhatikan klaim ini. Tentara merah menyatakan motif mereka sebagai pembalasan atas pemboman Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia Kedua. Pada 11 September 1971, tentara merah mengacaukan Olimpiade di Jerman dan menimbulkan tindakan kekerasan yang mengerikan. Tiga puluh tahun kemudian, pada tanggal yang sama, WTC dan Pentaggon dihancurkan. Sangat boleh jadi Tentara Merah melakukannya sebagai peringatan ulang tahun kehadiran mereka dalam komunitas terorisme internasional?

Teori Ketiga: Kelompok Teroris di AS. Di Amerika, ada banyak kelompok yang membenci pemerintahan AS. Mereka menganggap pemerintahan AS sekarang telah dikuasai orang Yahudi. Mereka membenci kedekatan AS dengan Israel. Salah satu di antara kelompok ini adalah Jaringan Patriot Amerika. Terdiri dari anggota-anggota yang terampil dalam teknologi informasi, mereka sangat pandai dalam “menyusup” ke daalam sistem informasi pemerintah dan melumpuhkannya. Ke dalam kelompok sperti inilah masuk Timothy veigh yang meledakkan gedung pemerintah di Oklohama.

Teori Keempat: Kelompok Militer di AS. Kelompok keras, yang didukung oleh pihak militer, pernah kecewa dengan penyunatan anggaran belanja militer yang dilakukan oleh Bush. Mereka juga mengusulkan saran-saran yang tidak digubris oleh baik Presiden maupun Kongres.

Jika menggunakan analisis siapa yang beruntung dari peristiwa ini, kita kan segera menunjuk militer.Anggaran belanja yang fantastis sekarang sedang dirancang untuk membiayai proyek-proyek militer seperti program pertahanan berskala global, pembentukan special contingency forces, dan kampanye antiterorisme. Perlahan-lahan pandangan militer mendominasi kebijakan politik AS.

Teori Kelima: Kelompok Zionisme Internasional. Musuh paling besar dan paling mengganggu bagi Israel adalah kelompok radikal Islam. Hizbullah di Libanon, Hamas di Palestina, dan negara seperti Iran sangat sukat dihadapai sendirian. Dengan meledakkan WTC dan Pentagon, lalu menjadikan kelompok-kelompok fundamentalis Islam sebagai kambing hitam, mereka mendapat bantuan penuh dari AS dan para sekutunya. Lihat saja, bagaimana media internasional yang umumnya dikuasai Yahudi, mendampingkan gambar ledakan WTC dengan kegiatan radikal Islam. Star TV menampilkan kegiatan para pejuang islam di berbagai negara sebagai pelengkap keterangan untuk berita FBI tentang keterlibatan orang-orang Arab Islam dalam pembajakan itu.

Teori yang terakhir tidak saya kemukakan di sini, karena keterbatasan ruang dan karena saya kira paling mendekati kebenaran. Walhasil, siapa saja yang mendalangi penyerangan WTC harus kita kecam, sambil tidak melupakaan terorisme yang dilakukan oleh para kaisar.


*) dari WWW.IJABI.or.id
**) Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah AhlulBait Indonesia (IJABI)