Make your own free website on Tripod.com
Yayasan RausyanFikr Jogyakarta
Buletin Jejak, No. 16/th.IV/November/01

 

Pesan Rahbar Sayyid Ali Khamene’i:
AS Tak Layak Pimpim Perang Anti Terorisme, Iran Tak Akan Bantu AS

Dewasa ini, ada sejumlah isu yang tengah melanda dunia akibat peristiwa teror yang terjadi dibeberapa kota AS. Gelombang propaganda dan move – move politik dunia gencar melancarkan propokasi secara sepihak. Media komunikasi umum dikuasai oleh segelintir orang tertentu. Radio dan televisi didunia ada ditangan kapitalis dan para pengguna cara paksa dan bukan ditangan rakyat biasa atau orang – orang yang tercerahkan , baik dan bijak . Mereka masuk kejalur – jalur komunikasi, radio dan televisi kantor – kantor berita dan koran sesuai kehendak dan interes mereka lalu menyebarkan (berita – berita ) keseantero dunia. Secara tak sadar sebahagian orang mengkonsumsinya lalu tertarik. Ironisnya, sebahagian orang ada ikut membantu merebaknya gelombang propaganda sepihak, egosentrisdan arogan ini walaupun mereka tidak mendapatkan keuntungan darinya.

Untungnya, dalam dua tiga minggu sejak isu – isu peledakan di AS itu melanda dunia, pemerintah Iran telah memberikan tanggapan dan sikap yang patut. Walau demikian demi menggugah opini rakyat Iran yang mulia dan alhamdulillah selalu dalam keadaan waspada, saya merasa perlu menyatakan beberapa point sebagai berikut :

Pertama, perilaku dan pernyataan pemerintah dan para pejabat AS dalam kasus ini sangatlah arogan, angkuh dan terdorong oleh jiwa imprialistik. Mereka mengungkapkan perjataan – pernyataan yang sama sekali tidak sesuai dengan logika apapun. Ini tentu saja telah mencoreng reputasi mereka. Pamor mereka dibidang keamanan sudah tertampar di depan dunia. Sungguhpun demikian, ini tidak bisa dijadikan alasan untuk memasang muka arogan dan emosi lagi untuk menebus keterhinaannya. Ini bukan berarti mereka patut berkata : “ Hai masyarakat dunia, kami sedang marah, dan jangan coba –coba menantang pernyataan kami “. Mereka ingin orang lain takut berkata lain didepan mereka. Mereka berpikir dengan cara ini mereka dapat medepak bangsa – bangsa dan negara – negara lain dari gelanggang. Satu diantara pernyatan mereka adalah bahwa setiap orang kalau tidak dengan AS maka dengan teroris.

Kesalahan pernyataan ini sangatlah fatal. Banyak orang berada disisi AS justru lebih berbahaya dari seluruh teroris dunia. Israel adalah teroris yang paling berbahaya. Mereka yang dipincak kekuasaan rezim ini adalah orang yang terlibat dan telah menurunkan instruksi dalam tragedi teror yang paling spektakuler. Sekarangpun, dalam posisi disisi AS, mereka setiap hari melancarkan aksi teror. Jadi tidak benar orang yang bersama kalian (AS) pasti bukanlah teroris. Kaum teroris yang paling keras kepala dan ganas justru ada disisi kalian sebaliknya juga demikian ; orang yang tidak bersama kalian bukan berarti teroris. Kami tidak bersama kalian dan tidak pula bersama para teroris.

Poin kedua, sejak saat- saat pertama kejadian teror di AS, mereka sudah mewarnai situasi umum dinegaranya dengan provokasi anti Islam. Kita ingin tahu, pada saat – saat pertama kejadian, bagaimana kalian (AS) bisa tahu bahwa yang melakukan serangan itu adalah orang – orang Islam ?! kalau memang badan – badan intelejen kalian kuat sebagaimana pada saat – saat awal radio dan televisi di AS memberikan pernyataan agar semua orang percaya bahwa pelakunya adalah orang – orang Islam, lantas mengapa kalian tidak sanggup mendeteksi operasi sedemikian besar yang perencanaanya tentunya memerlukan waktu berbulan – bulan atau bahkan bertahun – tahun?

Mereka telah membentuk opini sedemikian rupa sehingga rakyat di AS dan sebahagian negara Eropa menyerang sejumlah masjid dan orang – orang secara lahiriah tampak islami dengan senapan api dan senjata tajam.

Pada awal – awal pernyataanya Presiden AS mengatakan bahwa ini adalah Perang Salib. Padahal Perang Salib adalah peperangan yang terjadi selama 200 tahun lantaran orang – orang Kristen dari Eropa datang untuk merebut Baiutul Maqdis. Orang – orang Kristen dari Eropa itu lantas kalah dan umat Islampun menang dan berhasil mengusir mereka dari Baitul Maqdis. Perang Salib adalah Perang antara Islam dengan Kristen. Kalau tidak dengan tujuan tertentu, mengapa seorang pejabat tinggi bisa sampai berkata demikian tanpa pertimbangan dan tak bisa menguasai diri? Mengapa umat Islam dunia dituduh melakukan aksi teror dan tragedi? Mereka telah ingin membikin opini anti Islam, kemudian secara resmi mereka akan mengatakan, “Mana mungkin orang – orang tidak menyerang umat Islam !?” Kalian (AS) sengajah telah membikin sensdasi agar semua orang menuduh umat Islam dan Arab. Kalian gencar mempublikasikan nama – nama Islami dan Arab. Kalian gigih membuat foto orang – orang yang mengenakan serban dan igal dikoran – koran. Artinya, mereka tidak menyebutkan satupun orang amerika dan barat (bule) atau nama barat. Mengapa kalian tidak mempunlikasikan pula nama – nama mereka? Ini adalah gerakan yang amat tercelah dan menimbulkan dampak buruk yang berkepanjangan dan tak akan terselesaikan dalam waktu singkat.

Poin ketiga, dalam kasus ini pemerintah AS berharap banyak dari diri mereka sendiri. Karena diserang mereka berharap seluruh dunia bekerja sama dengan mereka. Ini karena kepentingan mereka diserang. Padahal bukankah kalian tidak pernah mengindahkan kepentingan orang lain, lalu bagaimana kalian bisa berharap orang lain akan memperhatikan kepentingan kalian? Apakah dalam dunia sekarang ini suatu negara boleh mengatakan”apa saja yang saya katakan harus dituruti” hanya karena negara ini punya senapan dan rudal ?! mana mungkin masyarakat dunia akan menerima pernyataan ini. Inilah yang membuat AS dibenci orang. Bendera AS dibakar oleh rakyat di mana – mana, bukan hanya di Iran.

Konferensi yang belum lama ini berlamgsung di Afsel telah memperlihatkan sensibilitas rakyat dan berbagai organisasi dan negara dunia. AS dibenci karena kebiasaanya mamaksakan kehendak dan harapannya yang berlebihan. Kalau kepentingan AS diteluk persia terancam bahaya, maka semua orang harus bersama AS. Sebaliknya kalau kepentingan negara – negara Teluk Persia yang terancam bahaya, AS malah melumat kepentingan – kepntingan negara - negara ini, tak terkecuali Iran. Jadi mereka (AS) sekarang berkata “masyarakat masyarakat dunia bersama kami” ini tak lain karena kepentingan mereka diserang. Inilah harapan yang berlebihan itu.

Poin berikutnya ialah bahwa pikiran pemerintah AS telah mencerap presepsi yang salah mengenai terorisme. Mereka salah dalam mengartikan terorisme sehingga pembunuhan massal rakyat disabra dan Shatila yanmg terjadi di dua kamp pengungsi dalam satu malam dan atas instruksi orang yang sekarang berada dipuncak kekuasaan regim Zionis tidak mereka sebut terorisme. Beberapa tahun sebelumnya sejkumlah besar massa Qana, Libanon berkonsentrasi didepan kantor perwakilan PBB di libanon untuk menyampaikan pengaduan. Namun, helikopter – helikopter Israel kemudian datang menembaki mereka yang terdiri dari kaum wanita, pria dan anak – anak kecil yang lapar dan haus itu. Semuanya terbunuh AS tidak menganggapnya sebagai terorisme. Orang – orang Israel berkali – kali datang menyerbu Libanon dan menculik atau membunuh orang – orang tertentu. Tetapi, tak satupun dari tindakan mereka ini dipandang sebagai manifestasi terorisme.

Satu atau dua bulan lalul, rezim penjajah Zionis mengesahkan rencana teror terhadap tokoh – tokoh Palestina. Jargon’teror’ langsung yang mereka pakai. Teror pun mereka lakukan. Mobil tokoh – tokoh palestina diledakkan. Banyak orang yang terbunuh. Ini pun tidak dianggap terorisme. Sebaliknya, rakyat Palestina yang berjuang membela tanah airnya dan bangkit menegakkan haknya yang dinisbatkan sambil menjerit – jerit melemparkan batu dan tak ada yang punya senjata mala disebut teroris!! Inilah logika AS, dan ini jelas salah dan tak bisa diterimah dunia.

Poin selanjutnya ialah mereka (AS) mengatakan, “Bagi kita tidak ada teroris yang baik dan teroris yang buruk karena semua teroris itu buruk”. Ini mereka katakan tetapi mereka sendiri justru yang membaginya dalam terorisme baik dan terorisme buruk. Di angkasa angkasa teluk persia. Pesawat Iran yang memuat ratusan penumpang mereka tembak jatuh tanpa ada alasan apapun. Orang – orang dalam pesawat itu mereka jadikan serpihan – serpihan yang berserakan di laut. Beberapa waktu kemudian, komandan kapal penembak itu bukannya diadili dan dicela lalu AS memintah maaf kepada Iran tetapi mala diberi penghargaan dan tanda jasa. Inilah rupanya yang disebut terorisme yang baik. Logika mereka jelas salah, Persepsi merekah salah dan dari presepsi yang salah ini mereka berharap dapat memobilisasi masyarakat dunia untuk berbaris dibelakang mereka dan melakukan apa saja yang mereka kehendaki yang lain bukan hanya tidak boleh protes, tetapi justru harus membantu mereka.

Berbagai indikasi menunjukkan sesuatu yang lain dibalik tontonan yang ada sekarang menyangkut kasus Afganistan. Afganistan yang madhlum dan sendirian tanpa pelindung telah dihadapkan pada mereka. Sebabnya adalah adanya satu orang, sepuluh orang, seratus orang , atau bahkan seribu orang di Afganistan yang dituduh sebagai pelaku peledakan di New York dan Washington, Namun sebenarnya ada masalah lain dibalik persoalan ini. Pertama berbagai indikasi menunjukkan bahwah pemerintah AS ingin berbuat sesuatu dikawasan Afganistan sebagaiman yang mereka perbuat di Teluk Persia. Mereka ingin bercokol di Asia Tengah dan kawasan Anak Benua India. Mereka ingin menancapkan kaki dan tangannya. Mereka ingin ada disana dengan dalih disana tidak ada keamanan. Kedua, mereka ingin mengganjar orang – orang yang membela rakyat teraniaya Palestina dalam kemelut Palestina. Inilah inti persoalannya, selebihnya adalah persoalan – persoalan artifisial.

Poin berikutnya berkenaan dengan pernyataan repetitif mereka bahwa dalam masalah ini Iran pun harus membantu mereka. Saya heran, bagaimana bisa mereka menerapkan cara meminta bantuan pemerintah dan rakyat Republik Islam Iran.Selama23 tahun kalian (AS) gigih mengantam bangsa dan negara Iran lantas sekarang berharap kami dapat membantu kalian. Seandainya pun rakyat Afganistan bukan rakyat muslim, tidak teraniaya, dan bukan pula tetangga kami, permintaan bantuan ini tetap tak layak, apalagi ternyata rakyat Afganistan adalah rakyat yang teraniaya dan miskin. Hati manusia pasti akan terharu menyaksikan kondisi rakyat Afganistan. Jadi jangan harap Republik Islam Iran akan membantu serangan AS dan sekutu – sekutunya ke Afganistan. Tidak mungkin kami akan membantunya.

Kesimpulannya adalah kami tidak memandang pemerintah AS jujur dalam pemberantasan terorisme. Mereka tidak punya kejujuran dan tidak akan berkata jujur. Mereka punya tendensi lain. Tangan AS bertelepotan dosa kejahatan – kejahatan rezim Zionis selama sekian tahun, dan sekarang pun mereka masih melankutkan kejahatan ini dengan hati yang keras dan ganas.

Ketahuilah, para pejabat negara kami baik dalam majelis – majelis khusus maupun dalam pertemuan – pertemuan lain juga telah menyatakan demikian. Kepada seluru khalayak di Iran dan dunia, saya ulangi sekali lagi bahwa Iran yang Islami tidak akan pernah ikut serta dalam gerakan yang dipimpin AS.

Memang, pemberantasan terorisme dan ketidak amanan bagi kehidupan manusia adalah suatu keharusan dan merupakan sebuah jihad.

Siapapun boleh dan bahkan harus berpartisipasi dalam perjuangan ini. Namun ini adalah satu gerakan global yang harus diketuai oleh pemimpin yang layak.

Para pejabat kami dalam beberapa hari ini telah berkali – kali menegaskan kami siap membantu dan menyertai gerakan lewat jalur PBB. Saya katakan, lewat PBB memang bagus. Akan tetapi, masih ada satu syarat lagi dan itu ialah bahwa PBB tidak boleh dihegemoni oleh AS dan negara – negara kuat lainnya, sebab kalau PBB, baik itu Dewan Keamanan ataupun bagian – bagian PBBlainnya, dipengaruhi mereka maka PBB pun tidak bisa dipercaya. Dimasa lalu kita tidak punya pengalaman yang baik dalam masalah ini.

Negara-negara Islam berkenaan dengan masalah ini memiliki tanggung jawab besar, baik sebagai sebuah gerakan besar kemanusiaan dan internasional melawan terorisme serta pelanggaran terhadap keselamatan jiwa sejumlah besar manusia, dan juga harus menceburkan diri ke medan untuk menentang kekerasan yang mengancam kehidupan normal sehari-hari masyarakat manusia, dimana yang demikian ini merupakan tugas besar. Organisasi Kenfrensi Islam (OKI) juga memiliki tanggung jawab penting dalam masalah ini dan kamipun sebagai salah satu anggotanmya menganggap salah satu tugas pasti OKI ialah hadir secara independen dimedan ini. Dan oleh karena bangsa Afganistan adalah bangsa muslimdan merupakan bagian dari umat Islam, maka mereka (OKI) harus aktif dalam hal ini.

Rakyat mazlum Afganistan sama sekali tidak berdosa. Apakah darah mereka yang tewas digedung WTC New York lebih berwarna daripada darah rakyat Afganistan? Mengapa dan dengan alasan apa? Apakah karena leher mereka (rakyat Afganistan) berdaki? Apakah karena mereka tidak memperoleh pelayanan kesehatan, makanan, kesejatraan dan keamanan? Itu semua pun adalah karena kekuasan sebahagian orang disepanjang tahun ini yang merupakan orang-orang didikan negara-negara super pawer? Sebelum kudeta dua puluh beberapa tahun yang lalu, mereka yang pernah duduk dipuncak kekuasaan, bergantung kepada kekuatan-kekuatan besar. Setelah itu, ketika komunis datang berkuasa, merekapun bergantung kepada Uni Soviet. Kemudian semua rakyat mengetahui dan melihat, bahwa akhir-akhir ini, perjalanan rakyat Afganistan selalu ditentukan oleh campur tangan kekuatan-kekuatan asing. Penyebab kemiskinan dan keterbelakangan rakyat Afganistan adalah mereka ini. Karena rakyat Afganistan sendiri adalah rakyat yang berjiwa bebas, pemberani, memiliki kebudayaan yang sangat besar dan kuno. Kami mengenal rakyat Afganistan dan berabad-abad kami hidup bersama. Mereka sangat berpotensi dan sama sekali tidak kurang dibanding dengan rakyat lain, bahkan dalam banyak segi mereka lebih unggul.

Apakah gerangan dosa rakyat ini sehingga harus menjadi korban berbagai tujuan dan politi? Dalam hal ini OKI dan negara-negara Islam memiliki kewajiban. Merekah harus mengambil langkah yang bijak dan logis untuk memasuki medan ini, dan tidak boleh membiarkan bahaya apapun memukul rakyat ini. Tarulah ada beberapa teroris yang bersembunyi disana. Kami tidak berbicara saat ini tentang benar tidaknya hal tersebut. Orang-orang Amerikalah yang mendakwakan hal itu, Akan tetapi mengapa dosa mereka harus melimpah pula kepada rakyat Afganistan? Mengapa rakyat negara ini harus menanggung susah?.

Kami memohon kepada Allah SWT, Semoga kemuliaan Islam dan Muslimin, akan semakin tinggi dari hari-kehari dan semua bangsa muslim terjaga dari bahaya musuh-musuh mereka. Syukurlah bahwa bangsa dan pemerintah kita melangkah diatas jalannya yang benar dengan teguh, logis, ketenangan dan kewibawaan. Untuk selanjutnya pun bangsa dan negara ini akan tetap meniti jalannya yang lurus dan teguh ini. Sehingga akan tercakupi oleh berkah-berkah serta rahmat Ilahi, juga doa Imam Mahdi, Baqiyyatullah “arwahunafidah”……